GURU PEMBERANI, SIAP MENGHADAPI PENGANIAYAAN

Ahmad Zailani M PD I. Guru Pendidikan Agama Islam SMA swasta di Kisaran

 

Beritasumut.com-Meskipun majelis hakim PN Kisaran telah menjatuhkan hukuman terhadap penganiaya Guru pendidikan agama Islam SMA Diponegoro Kisaran, Ahmad Zailani MPd I namun Kementerian Pendidikan tetap atensi kepada peristiwa tersebut.
Kepala Sub Direktorat Kesejahteraan Penghargaan Perlindungan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dr Kadarisman MPd Jumat (20/07/2018) turun ke Kisaran, Kabupaten Asahan untuk memperdalam dan mendengarkan langsung kasus penganiayaan yang dilakukan oknum perwira Polisi AKP EP.
“Begitu memilukannya penganiayaan yang dialami Zailani. Untuk itulah kami hadir memberikan perlindungan baik secara hukum maupun dari tindak kekerasan dan ancaman yang mungkin terjadi,” ujar Kadarisman.
Menurutnya PP No 19 tahun 2017 jo PP No 74 tahun 2008 pasal 41 tentang Guru, Guru berhak mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihakpeserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain.
Sementara itu Kepala SMA Diponegoro Kisaran, Azwar AR SH MM dalam penjelasannya mengungkapkan, Senin (25/06/2018) majelis hakim telah menjatuhkan hukuman kepada AKP EP 5 bulan penjara dikurangi selama menjadi tahanan kota, AKP EP terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan Tindak Pidana “Penganiayaan” sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat (1) KUHP.
Menurutnya penyebab penganiayaan ini karena AKP EP tidak senang anaknya dinasehati Zailani karena tidak mengikuti kegiatan pesantren kilat yang dilaksanakan oleh sekolah. Sebagai Kepala Sekolah dirinya sudah berusaha menyelesaikannya secara kekeluargaan. Bahkan setelah kejadian menyarankan Zailani meminta maaf.
“Dengan setengah membungkuk saudara Ahmad Zailani mengulurkan tangannya,” .
Namun AKP EP mengeluarkan perkataan yang rada menganggarkan dirinya sebagai seorang Perwira Polisi.
Karena secara kekeluargaan tidak berhasil, akhirnya kasus ini sampai di Meja Hijau. “Saya sebagai Kepala Sekolah akan terus mengawal kasus ini dan melindungi guru-guru saya,” ujar Azwar yang juga merupakan Sekretaris PGRI Kabupaten Asahan.
Lebih lanjut Azwar mengatakan, saat ini dirinya dan Juni Amrida guru yang menjadi saksi dipersidangan sudah beberapa kali dipanggil Kepolisian Resor Asahan untuk memberi keterangan sebagai saksi atas laporan Puspita Sari dan AKP Edi Plantino terhadap Ahmad Zailani dan Denny Rachmat, mereka dituduh mengajukan pengaduan/pemberitahuan palsu dan memberikan keterangan palsu diatas sumpah. Padahal Zailani adalah korban penganiayaan dan Denny yang melihat langsung penganiayaan tersebut.
Sementara itu Amsori SH MH MM LKBH Guru Indonesia yang ikut dalam rombongan mengatakan secepatnya akan berkoordinasi dengan Mabes Polri, agar Kepolisian Resor Asahan segera melakukan SP3 terhadap laporan tersebut dan jangan mengkriminalisasi para guru. Mengingat Polri dan Organisasi Guru sudah ada MoU, hal ini juga dimaksudkan agar guru dalam melaksanakan tugas profesinya merasa aman dan nyaman, tambahnya
Amsori yang juga Ketua LPBH-PBNU mengharapkan agar kasus ini menjadi pembelajaran bagi guru se Indonesia sehingga tidak terjadi lagi kasus yang sama, sebagaimana yang dituangkan dalam Permendikbud No 82 tahun 2015 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, harapnya
Drs Nummat Adham SH MA Koordinator LADUI MUI Kabupaten Asahan yang hadir pada pertemuan itu berharap agar semua Organisasi Masyarakat, Organisasi profesi mengawal terus proses perkara penganiayaan AKP Edi Plantino karena saat ini beliau melakukan banding atas vonis Majelis Hakim di Pengadilan Tinggi Medan.
Saat dijumpai, Zailani yang pernah menjadi Muballigh Mitra Kamtibmas Poltabes Medan saat masih kuliah di IAIN Sumut mengungkapkan.
“Saya hanya berharap semoga persoalan ini cepat selesai, karena sudah satu tahun dari 21 Juli 2017 s/d 21 Juli 2018 belum juga tuntas, peristiwa ini sudah banyak menguras pikiran, tenaga bahkan keuangan kami, saya juga bersyukur pemerintah melalui Kasubdit Kesharlindung Dikmen Kemendikbud RI peduli dengan peristiwa yang saya alami” ujar Zailani yang juga merupakan Wakil Bendahara PC NU Asahan.(BS03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *